Tampilkan postingan dengan label CATATAN LEPAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CATATAN LEPAS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Desember 2010

Selamat Tahun Baru




새해 복 만히 받으세요

SELAMAT TAHUN BARU

2011

SEMOGA DI TAHUN YANG BARU INI SEMUANYA JADI LEBIH BAEK DARI TAHUN KEMAREN

AMIEN..............

By. TITA



Minggu, 19 Desember 2010

Bahasa Adalah Jiwa Bangsa


BAHASA ADALAH JIWA BANGSA


Pepatah di atas ada juga dalam bahasa Korea yaitu 언어는 그 민죽의 혼이다 ( eoneo neun  geu minjukei honida ) . Namun sulit sekali bagi saya untuk membuat tafsiran atas peribahasa di atas.
090806_d01_s
Saya merasa terperanjat, ketika membaca berita dari  KBS world dengan judul berita “Sebuah suku minoritas di Indonesia memilih Hangeul sebagai sistem huruf resmi “. Sebuah suku di kota Bau-bau di pulau Buton Propinsi Sulawesi selatan telah menerapkan huruf bahasa Korea ( hangeul ) untuk menuliskan bahasa asli mereka yang disebut dengan ” bahasa cia-cia “. Ini juga merupakan hal yang pertama kali di mana abjad Korea digunakan oleh masyarakat di Luar negeri. Dalam berita tersebut di katakan bahwa di kota tersebut telah di adakan pelajaran sistem tulisan bahasa korea untuk murid Sekolah Dasar dengan waktu 4 jam per minggunya. Untuk program tersebut Profesor Universitas Nasional Seoul Lee Ho young, membantu untuk menciptakan buku pelajaran untuk suku minoritas di propinsi tersebut.
Sebagai penutur bahasa daerah juga, saya merasa sangat bersalah, di mana satu sisi harus bisa melestarikannya, namun di sisi lain mempelajarinya seakan tidak update atas tuntutan zaman. Saya senang dengan bahasa daerah, bukan berarti primordialis, namun karena saya merasa ada “unggah- ungguh” nya dalam bahasa tersebut. Saya cinta bahasa Indonesia, bukan berarti tidak “go international ” dan senang mempelajari bahasa asing bukan berarti  tidak senang akan budaya bangsa sendiri.
Saya tidak ingin berpendapat, namun terus berfikir dan semoga bisa berbuat.

From : http://tazkiana.wordpress.com/

Kamis, 02 Desember 2010

Nama Orang Korea

Nama Orang Korea

 

Nama orang Korea sebagian besar terdiri dari 3 suku kata lainnya terdiri dari 2 suku kata.

Nama Keluarga (marga) diletakan didepan, kemudian tengah dan akhir nama orang tersebut.

Nama depan/keluarga diambil dari marga sang ayah, di Korea terdapat sekitar 250 nama marga marga yang terbesar dan hampir 50% penduduk Korea menggunakan nama marga
이(Lee), 김(Kim) dan 박(Park).
Lainya 하 (Ha), 
한(Han), 강(kang), dll

Contoh nama orang Korea : 


김 남길 : Kim Nam-gil (marganya Kim, namanya Nam-gil).

박 지숭 : Park Ji-sung
이 영애 : Lee Yeong-ae
하 지원 : Ha Ji-won
dll

Selasa, 02 November 2010

기도 (DOA)

Ada sebuah cerita tentang sebatang pohon bunga. Cerita yang ditulis dalam bahasa Korea ini mengisahkan tentang doa bunga kepada Tuhannya. Baiklah kita simak dan kita gunakan untuk belajar bersama sebagai berikut :

꽃나무 한 그루가 있습니다. ” 하느님, 저는 빨간 꽃을 피우고 싶어요, 빨간 꽃이 피게 해주세요 ” 꽃나무 기도 했습니다. 어느날, 꽃나무는 옆에 피어난 노란 꽃 을 보았습니다, 그래서 다시 기도 했습니다. “하느님 , 노란 꽃이더 예쁜것 같아요, 노란 꽃을 피게 해 주세요”. 얼마 후, 꽃나무 는 다시 하느님게 기도 헸습니다. ” 하느님, 아무래도 파란꽃이 제일 예쁜 것 같아요, 파란 꽃이 피게 해 주세요”. 드디어 꽃나무가 꽃을 피웠습니다. 꽃나무는 꽃이 핀 자기 모습을 보고 깜짝 놀랐습니다.빨간색 과 노란색 과 파란색이 한데 섞인 까만색꽃이 피었기 때문입니
다.
( kkotnamu han geuruga issseumnida. ” Haneunim, jeoneun ppalgan kkocheul piugo sipeoyo, ppalgan kkochi pige haejuseyo ” kkotnamu gido haetseumnida. Eoneunal, kkotnamuneun yeope pieonan noran kkot eul boassseumnida, geuraeseo dasi gido haessseumnida. “Haneunim , noran kkochi deo yeppeungeot gatayo, noran kkocheul pige hae juseyo”. eolma hu, kkotnamu neun dasi haneunimge gido hessseumnida. ” Haneunim, amuraedo parankkochi jeil yeppeun geot gatayo, paran kkochi pige hae juseyo”. Deudieo kkotnamuga kkocheul piwossseumnida. kkotnamuneun kkoti pin jagi moseubeul bogo kkamjjak nollassseumnida.ppalgansaek gwa noransaek gwa paransaegi hande seokkin kkamansaekkkochi pieotgi ttaemunimnida.)

Ada sebatang pohon bunga. Ia berdoa,  ” Tuhanku..saya ingin mekar dengan bunga warna merah, maka jadikan saya mekar dengan warna bunga merah. Suatu hari, pohon bunga itu melihat disampingnya ada bunga warna kuning, maka iapun berdoa lagi. ” Tuhanku..kelihatannya bunga kuning lebih bagus lagi, mekarkanlah  saya dengan bunga warna kuning “. Selang waktu setelah itu pohon bunga itu berdoa pada Tuhannya, ” Tuhanku.. bagaimanapun bunga berwarna biru nampak paling cantik, maka mekarkanlah saya dengan bunga warna biru”. Akhirnya, pohon bunga itupun telah mekar, dan pohon bunga itu terkejut melihat penampilannya sendiri, warna merah, kuning dan biru tercampur menjadi satu, karenanya mekarlah warna hitam.




Dua cerita di atas adalah gambaran bagi kita, bahwa biarpun doa itu adalah pengabdian, penghambaan, ibadah,  namun permohonan harus disertai kesadaran siapakah kita, apakah yang telah kita lakukan dan apakah permohonan itu telah sesuai dengan kemampuan kita dan akan menjadikan kita lebih baik. Tuhan Maha Mengabulkan segala permohonan, semoga kita senantiasa menjadi hamba yang selalu memohon kepada-Nya.

Azalea ( 진다래 꽃 )



Azalea ( 진다래 꽃 ) : Sebuah Pembelajaran


Azalea adalah sesuatu yang terserak. Azalea atau bunga Saliah yang dalam bahasa Koreanya disebut dengan ‘chindale kkoch’ adalah bunga liar yang tumbuh di bukit-bukit gersang, yang banyak dianggap oleh orang sebagai bentuk sebuah perdamaian. Banyak hal penting yang ada di sekitar kita yang berlalu begitu saja, karena belum atau tidak adanya pemahaman, karena kita selalu menganggap masalah yang sederhana.

Azalea adalah bahasa pemahaman. Ada bukan karena di adakan, hadir bukan karena dihadirkan. Azalae begitu apa adanya, sehingga begitu mudah untuk dipahami, namun begitu sulitnya kita untuk bisa mencoba memahaminya. Memahami memang tidak hanya melihat , mendengar, tahu, namun juga mengerti arti sesungguhnya.Untuk bisa paham, kita harus dekat, melekat atau bersama. Merasa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi.

Azalea adalah pembelajaran. Bila tidak pernah merasa tinggi, mengapa takut jatuh, bila tidak merasa mulia, mengapa merasa dihinakan, bila tidak pernah bersama, mengapa takut ditinggal.
Azalea adalah bahasa keikhlasan. Walaupun tidak di tanam ia tumbuh, tidak disirami ia mekar, dan azalea selalu menyejukkan dan meninggalkan kesan indah.

Kita ingat sebuah peribahasa :
” 호랑이는 죽어서 가죽을 남기고 사람은 죽어서 이름은 남긴다 ( horangineun jugeoseo gajugeul namgigo sarameun jugeoseo ireumeun namginda ), persis seperti peribahasa di Indonesia : ” harimau mati meninggalkan belang ( kulit ), manusia mati meninggalkan nama “.
Semoga kita selalu dijadikan orang-orang yang bisa mengambil hikmah pembelajaran.

Mitos Bulan dan Matahari




Mitos adalah cerita yang tersebar dari mulut ke mulut, tanpa ada sumber cerita yang ilmiyah, namun mitos selalu ada dalam setiap masyarakat . Suatu ketika ada seorang kakak laki-laki bernama Hae sik ( 해식 )  dan seorang adik perempuan bernama Tal sik ( 달식). Keduanya mempunyai ibu yang bermata pencaharian sebagai penjual kue beras ( tteok).Dalam perjalanan ke pasar untuk menjual kue beras,  tiba-tiba ia menemui seekor  harimau. Dia ketakutan sekali dan memohon hidupnya kepada harimau, dengan  disebutkan bahwa ia memiliki tanggungan anak-anaknya, dengan harapan bahwa harimau akan merasa kasihan kepadanya. Namun bukannya mengasihani wanita itu,  harimau malah memakan ibu itu dan menggunakan pakaiannya  untuk menyamarkan diri sebagai ibu.
Ketika harimau menemukan anak-anak itu ( Hae sik dan Talsik ) , ia menggunakan bedak dari kue beras dan memasukkan tangannya ke bawah pintu.Cakar harimau keliatan tampak putih seperti tangan ibunya dan anak-anak membuka pintu. Saat anak-anak merasa ngeri dan menyadari bahwa itu bukan ibu mereka, mereka berlari dan naik ke  puncak pohon yang tinggi.
Dalam upaya untuk makan anak-anak, harimau mendapat kapak dan mencoba untuk memotong pohon. Kemudian anak-anak berdoa kepada para dewa dan meminta pembebasan. Para dewa merasa kasihan kepada anak-anak itu  dan memberikan  tali yang kuat agar  anak-anak itu  naik. Saat anak-anak naik ke langit, maka Hae sik (  해식 )  menjadi matahari, dan Talsik ( 달식 ) menjadi bulan. (해 =dalam bahasa korea artinya Matahari dan  달 =adalah Bulan ).