Tampilkan postingan dengan label OH MY LADY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OH MY LADY. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Desember 2010

Oh, My Lady Episode 16 (Episode Terakhir)


Min-wu meminta Kae-hwa untuk menjadi ibu Ye-eun. Dia menjelaskan kalau dia telah menunggu untuk mengatakan ini hingga acara musikal berakhir. Tidak ada siapapun yang dapat menjadi ibu yang baik bagi Ye-eun selain Kae-hwa. Min-wu berkata, “Aku memerlukanmu. Ayo kita menikah!” Kae-hwa hanya diam tapi Min-wu menambahkan lagi, “Aku tidak berkata bohong. Aku sudah serius memikirkan hal ini selama beberapa waktu. Pikirkan lagi, lalu berikan aku jawaban. Aku bisa menunggu selama yang kau perlu!”


Min-wu diundang untuk mengikuti acara perayaan bersama staf The Show. Jae-hee berkata jika Min-wu sudah seperti keluarga bagi staf The Show soalnya sudah mau berkumpul bareng mereka. 




Min-wu tersenyum dan menatap Kae-hwa sambil bilang, “Aku rasa juga begitu. Rasanya seperti sebuah keluarga!” Min-wu hari itu sangat peduli pada Kae-hwa misalnya saja dia mengambilkan serbet untuknya dsb. Shi-jun jadi sangat terhibur sementara Kae-hwa terlihat jengkel. Bahkan ketika Kae-hwa diminta minum, Min-wu rela menggantikannya.





Sikap Min-wu membuat Jae-hee menggoda jangan-jangan skandal mereka selama ini memang benar. Kae-hwa berteriak, “Tidak!” sementara Min-wu menjawab, “Ya!” Kae-hwa bangkit untuk pergi lebih awal karena anak-anak dan Min-wu juga buru-buru permisi lalu menemani Kae-hwa keluar. Kae-hwa sangat sebal pada sikap berlebihan Min-wu dan berkata dia akan memberikan jawabannya sekarang, “Aku tidak akan menikah lagi!” Min-wu memintanya untuk berpikir lagi tapi Kae-hwa menjawab jika dia sudah banyak berpikir untuk mendapatkan jawaban ini.





Dengan nada yang sedikit marah, Min-wu berkata kalau terlalu pengecut bila Kae-hwa tidak mau menikah karena pernikahannya yang pertama gagal. Mungkin saja yang pertama gagal tapi yang kedua dia mungkin bertemu dengan pria baik. Kae-hwa bilang bahwa dia tidak ingin berharap seperti itu. Di samping itu, dia punya Min-ji. Min-wu membantah kalau seorang putri bukanlah seorang suami. Bagaimana kalau nanti Min-ji menikah? Apa Kae-hwa tahan hidup sendiri? Kae-hwa terdiam. Min-wu: Apa kau sebegitu takutnya?
Kae-hwa: Ya, aku takut. Apa kau tahu apa itu pernikahan?
Min-wu: ‘Apa yang kau tahu jika tak punya pengalaman hidup?’ Itu kan yang ingin kau katakan padaku?
Kae-hwa: Kau belum pernah terluka sebelumnya jadi kau tidak tahu. Kau tidak tahu betapa sakitnya berjanji akan mencintai seumur hidup tapi kemudian mendapati semuanya hancur. Jadi tolong jangan berbicara tentang pernikahan lagi denganku. Aku minta maaf sudah berkata seperti ini.


Keesokan harinya, Min-wu mencegat Byung-hak saat dia akan meninggalkan rumahnya. Min-wu langsung ke pokok permasalahannya. Apa yang Byung-hak lakukan hingga Kae-hwa mau menikah dengannya? Byung-hak berkata kalau ini bukan urusannya tapi Min-wu berkata, “Tentu saja ini masalahmu. Ini yang menjadi halangan bagi Kae-hwa untuk menikah dengaku!” Byung-hak terlihat bingung, “Kenapa?” Min-wu bertanya lagi tapi Byung-hak hanya menjawab jika Kae-hwa itu wanita yang rumit dan membosankan. Min-wu menyipitkan mata dan berkata, “Kau berselingkuh, ya?!”





Byung-hak membela diri dengan berkata kalau Kae-hwa tidak tahu bagaimana cara membuat dirinya terlihat cantik. Rasanya seperti hidup dengan pembantu saja! Bahkan Byung-hak bilang jika dia tidak pernah membelikan Kae-hwa bunga. Bukannya karena lupa tapi dia tidak pernah terinspirasi untuk melakukan itu.


Min-wu bertanya apakah Byung-hak pernah meminta maaf pada Kae-hwa. Byung-hak tertawa dan berkata kalau hal itu sangat memalukan. Min-wu berkata dengan tajam, “Minta maaf padanya. Minta maaf secara resmi!” Byung-hak merasa kalau ini adalah permintaan yang aneh. Min-wu berkata lagi, “Aku meminta sebagai pria yang mencintai Kae-hwa!”





Sekarang Min-wu mulai beraksi untuk memenangkan hati Kae-hwa. Misalnya saja, dia menunggu di depan apartemen untuk mengantar anak-anak ke sekolah. Dia kaget waktu mendengar Kae-hwa belum sarapan. Setelah anak-anak sampai di sekolah, Min-wu mengajak Kae-hwa makan di restoran mahal. Dia bahkan melayani Kae-hwa. Ajumma sangat khawatir melihat harga makanan yang mahal. Dia memperingatkan Min-wu untuk berhemat. Min-wu menanggapi dengan santai dan bilang jika dia masih punya simpanan di bank. Dia juga pasti bakal dapat job lagi!





Di tempat kerja, Kae-hwa mendapat kiriman bunga dari Min-wu. Pegawai yang lain hanya tersenyum sementara Kae-hwa mengatakan, “Bisa saja kan, ini ucapan terima kasih!” Mereka sama sekali tidak percaya. 




Min-wu mengirimi Kae-hwa sms. Tapi dia malah membalas kalau dia akan membuang bunga itu. Tapi aslinya, bunga kiriman Min-wu memang membuat Kae-hwa tersenyum. (gengsi dunk...^_^). 




Berikutnya, target Min-wu adalah Bok-nim. Dia membawakan wanita itu kue sebagai ucapan terima kasih karena sudah menjaga Ye-eun. Min-wu kemudian meminta nasehat sebab Bok-nim adalah teman Kae-hwa. Min-wu bilang, “Aku ingin menikahi Yun Kae-hwa!” Bok-nim syok dan menjatuhkan kopinya.



Bok-nim langsung menemui Kae-hwa bertanya kapan pernikahannya akan digelar. Dia tidak menghiraukan gumaman Kae-hwa kalau Min-wu masih kecil. Bagaimana mungkin dia bisa menikah dengannya. Lagi pula, Min-wu memintanya untuk menjadi ibu Ye-eun. Bukan istrinya!(ckckckck...rumitnya cinta....) Bok-nim mengerti keluhan Kae-hwa dan tersenyum, “Kau benar-benar menyukai Min-wu!” Karena itulah Kae-hwa kecewa pada permintaan Min-wu.




Bok-nim mencoba melunakkan Kae-hwa. Jika mereka saling menyukai, apa lagi masalahnya? Di mata Bok-nim, Min-wu bersikap serius.


Min-wu mengajak Kae-hwa dan anak-anak makan di sebuah restoran bagus. Kae-hwa sedikit khawatir pergi ke tempat seperti itu sebab mereka bakal ditonton. Min-ji senang karena sekali-sekali mereka makan di luar. Min-wu sama sekali tidak khawatir. Dia menepuk kepala Ye-eun dan berkata, “Aku akan membesarkannya dengan bangga karena dia adalah putriku!” Ini adalah cara cerdas untuk membuat Kae-hwa terkesan. Kae-hwa memandang Min-wu dengan linglung.





Ketika Kae-hwa pergi ke kamar mandi bersama Ye-eun, Min-wu mengobrol dengan Min-ji. Dia bertanya apa Min-ji suka punya adik seperti Ye-eun. Min-ji sangat cerdas dan langsung bertanya, “Apa kau akan menikahi ibuku?” Perkataan ini membuat Min Woo terkejut dan berkata kalau itu memang keinginannya. Tapi, Min-wu masih harus mendengar pendapat Min-ji dulu. Min-ji bertanya, “Jika kau menikahi ibuku dan seorang wanita cantik muncul, apa kau akan menceraikan ibuku?” Min-wu menganga dan Min-ji menjelaskan kalau setiap hari Min-wu bekerja dengan aktris yang cantik-cantik. “Jika kau mengkhianati ibuku, itu akan membuatnya sangat sedih!” Min-wu berkata dengan tenang, “Hal itu tidak akan pernah terjadi. Aku berjanji padamu!”




Acara musikal terus berlanjut. Setelah menyelesaikan salah satu pertunjukkannya, Min-wu menelpon Kae-hwa yang kerja lembur – atau pura-pura kerja lembur. Min-wu menawarkan diri untuk menjemputnya tapi Kae-hwa menolak. Han melihat Min-wu bergumam pada diri sendiri setelah telpon itu lalu mendekatinya dan berkata kalau Min-wu pasti terjebak cinta tak berbalas.





Min-wu jadi curiga tapi Han punya pandangan untuk Min-wu mengahadapi situasi ini. Min-wu penasaran dan akhirnya setuju untuk pergi minum bareng Han.




Kae-hwa bekerja hingga malam. Melihat dia masih di kantor, Shi-jun menawarinya tumpangan dan mereka berhenti sejenak untuk mengobrol. Kae-hwa berharap agar Shi-jun dan Jung-ah bisa mencoba lagi. Meski Shi-jun tidak merespon, tapi dia tidak melawan perkataan Kae-hwa. Dia malah memikirkannya lagi.





Shi-jun kemudian mengalihkan topik ke Min-wu. Kae-hwa tidak bisa berpura-pura dihadapan Shi-jun karena dia tahu banyak tapi sebelumnya dia bertanya seberapa banyak Shi-jun tahu. Dia menjawab, “Yang satu memberikan bunga tapi yang lain sepertinya belum siap menerimanya!” Kae-hwa mengaku kalau Min-wu kelihatan serius tentang sebuah hubungan tapi dia tidak yakin. Kae-hwa tidak yakin apa dia bisa menjadi ‘seorang wanita’ untuk Min-wu. Shi-jun berkata kalau dia pasti bisa. Dia juga mengaku kalau dulu dia juga sempat menyukai Kae-hwa. Kae-hwa kaget tapi Shi-jun menjamin kalau semuanya sudah normal lagi.


Karena minumannya, Min-wu jadi bicara ngawur. Dia bicara dengan bebasnya. Kenapa Kae-hwa menolak lamarannya? Han mengambil laptopnya dan mulai mengetik. Dia bertanya kenapa Kae-hwa menolaknya dan sejak kapan dia menyukai Kae-hwa. Min-wu menjawab, “Sejak kami mencari Ye-eun. Tidak – sejak dia harus tinggal di sauna karena aku. Tidak – sejak dia bertengkar dengan Yun-seok. Atau sudah sejak awal?”





Han berkata kalau Min-wu pasti sangat menyukai Kae-hwa. Min-wu mengiyakan, “Aku sangat menyukainya. Dia berbeda dari wanita yang aku kencani dulu. Dia cantik.” Setelah itu, Min-wu tertidur. Han mulai menulis tentang kisah cinta Min-wu. Dia menggunakan kata-kata seperti “terlahir kembali sebagai aktor yang sesungguhnya.” Artikel ini mendapat sambutan hangat dikalangan pers. Min-wu digambarkan sebagai aktor yang lebih down to earth dan dia dianggap sudah membuang imej-nya dulu sangat jelek sebagai aktor yang tak bermutu.





Yun-seok tidak senang tapi pendapat orang lain tentang Min-wu mulai berubah. Bahkan, Eom terkesan pada Min-wu. Dia bahkan memuji diri sendiri karena sudah menemukan Min Woo sejak dulu. Byung-hak marah sebab dia tidak menolong. Tapi, Eom berkata kalau dia akan mendapatkan Min-wu untuk proyeknya yang selanjutnya. Shi-jun juga menawari Min-wu proyek baru dari produser asal Jepang. Min-wu sangat senang tapi saat dia melihat dia harus tinggal setahun di Jepang dia menolak. Shi-jun berkata kalau ini adalah kesempatan emas tapi Min-wu menjawab jika ada seseorang yang harus dia jaga di Korea.


Jae-hee menyerahkan sebuah dokumen pada Kae-hwa untuk diberikan pada Min-wu. Itu adalah kontrak sebuah iklan. Para pengiklan terkesan dengan imej Min-wu sebagai single father yang berdedikasi. Kae-hwa membawa dokumen itu ke tempat pemotretan Min-wu. Dia sedang iatirahat. Make up artis berkata kalau ‘scandal partner’ Min-wu (Kae-hwa) sangat di bawah standar. Dia menawarkan akan mengenalkan Min-wu pada model muda yang lebih cantik. Min-wu berkata, “Aku suka wanita seksi.”





Kae-hwa merinding mendengar hal ini. Dia tidak jadi mendekat dan malah pergi. Dia menemui Yu-ra yang mengucapkan selamat atas hubungan Kae-hwa dan Min-wu. Yu-ra berkata jika dia tidak akan ikut campur dan sudah memutuskan kalau dia akan pergi. Kae-hwa menyerahkan dokumen itu pada Yu-ra agar disampaikan ke Min-wu sebab dia sibuk dan harus segera pergi. Yu-ra menyanggupinya dan langsung menemui Min-wu. Setelah mendengar alasan kepergian Kae-hwa, Min-wu langsung menelpon tapi Kae-hwa tidak menjawab telponnya. Dia kemudian pergi ke teater dan diberitahu bila Kae-hwa masih di kantor.





Shi-jun menemukan Kae-hwa di atap dimana dia menolak telpon dari Min-wu. Shi-jun menawari bir sementara itu, Kae-hwa menawari untuk menceritakan cerita lucu pada Shi-jun. Min-wu telah melamarnya. Rasanya menyenangkan akan menjadi istri lagi tapi hari ini perasaan itu hancur. Shi-jun bilang kalau Min-wu adalah aktor dari awal. Kae-hwa menjawab kalau pada awalnya dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Kae-hwa. Jadi tidak masalah. Dan semakin lama mereka bersama, segalanya mulai berubah. Shi-jun berkata kalau Min-wu sangat mencintai Kae-hwa. Dia bahkan rela menolak kesempatan main drama di Jepang. “Dia sudah banyak berubah. Apakah kau tidak menyadarinya?”





Min-wu tiba di kantor yang ternyata kosong. Dia lalu ke atap dimana dia melihat Kae-hwa sedang menghapus air matanya. Cukup sudah! Min-wu kesal dan menarik tangan Kae-hwa dan menariknya turun. Min-wu merasa terluka sebab Kae-hwa mengabaikan telponnya dan menghindarinya. Dan sekarang dia menangis dihadapan Shi-jun. Padahal Kae-hwa tahu kalau dia menunggunya. Min-wu menegeraskan suaranya. Kae-hwa berkata jika dia sudah memberikan jawabannya. Tapi, Min-wu mengabaikannya.



Min-wu membantah jika dia mempermasalahkan hal seperti usia dan status, dia tidak akan menyukai Kae-hwa dari awal. Kae-hwa membalikkan perkataan Min-wu dengan berucap jika hal ini membuktikan kalau Min-wu masih muda dan sebaiknya berhenti sebelum semakin jauh. Dan dia harus pergi ke Jepang. Min-wu tertarik mendengar ini, “Jadi karena ini?” Dia lalu menjelaskan kalau dia tidak mengatakan tentang tawaran ke Jepang itu karena dia memang tidak ingin pergi.




Kae-hwa kemudian mempermasalahkan cara Min-wu yang menariknya dengan kasar. Dia berkata bahwa dia malu Min-wu bersikap seperti itu. Dia pun marah dan mulai memperdebatkan kesalahpahaman itu. Min-wu berkata, “Jadi kau berkata kau tidak bisa menikahiku? Apa kau berkata aku tidak akan mampu sebab aku belum dewasa dan muda?” Kae-hwa menjawab ya dan dia tidak bisa menikahi pria yang bereaksi dalam cara yang tidak terprediksi seperti itu. Hal itu membuatnya tidak nyaman. Kae-hwa lalu pergi. Sementara itu, Min-wu meneriakkan nama Kae-hwa dengan putus asa.


Malam itu Byung-hak menelpon Kae-hwa. Dia menemukan mantan suaminya sedang mabuk. Dan yang paling mengejutkan, Byung-hak berkata, “Aku minta maaf!” Dia mengaku jika dia memang tidak pernah minta maaf dengan pantas jadi dia melakukannya sekarang. Kae-hwa tidak bersalah dan mereka bercerai karena salahnya. Tapi dia malu untuk minta maaf dan tidak mampu melakukannya. “Tapi, setelah mendengarkan Sung Min-wu, aku merasa benar-benar bersalah dan aku harus minta maaf. Jadi aku datang kesini!”





Min-wu tiba di rumah dengan perasaan kacau. Dia lalu melihat draft drama yang akan dia bintangi dan dapat sebuah ide. Dia membuat proposal untuk Kae-hwa. Judulnya: Proposal Untuk Hidup Dengan Yun Kae-hwa. Dia mulai mengetik. Keesokan paginya, Min-wu muncul di apartemen Kae-hwa dan menyerahkan amplop padanya. Dia meminta Kae-hwa memberikan pendapatnya setelah membaca proposal itu. Kae-hwa membacanya. Disana tertulis hal kayak, ‘Kae-hwa punya suara keras’, ‘bisa membuat ddukbokki dan kimbap yang enak’, Kae-hwa lebih menyukai Kim Myung-min ketimbang Sung Min-wu, dan  ada catatan tambahan: ‘Dia telah menjadi ibu Ye-eun’ dan ‘Dia adalah wanita dalam hatiku’.




Di bawah rencana masa depan, Min-wu menulis kalau dia akan menikah dalam waktu satu bulan, liburan di kapal pesiar untuk merayakan satu tahun pernikahan mereka dan seterusnya. Permintaan maaf Byung-hak telah membuat hati Kae-hwa mencair dan sekarang dia tersenyum melihat proposal Min-wu.





Jung-ah ditawari pekerjaan di Daejeon. Dia meminta persetujuan Shi-jun. Dia juga berkata kalau mereka perlu waktu tersendiri sekarang. Ketika dia pergi, Jung-ah memberitahu Shi-jun bila dia tidak menjadi istri yang baik selama ini. Tapi pintu tidak ditutup.




Shi-jun sadar kalau dia juga bersalah. Dia bahkan bilang jika dia akan mengunjungi Jung-ah tiap akhir pekan.




Min-wu tampil lagi dalam acara musikal itu. Setelah selesai, dia mengecek hp-nya untuk mencari tahu apakah Kae-hwa menelponnya. Ternyata tidak. Dia terlihat sangat kecewa. Kemudian Min-wu sangat kaget saat melihat Kae-hwa menemuinya di teater yang sudah kosong. Min-wu sedang duduk sendiri disana. Kae-hwa terlihat sangat tenang ketimbang terakhir kali mereka bertemu.





Kae-hwa minta maaf atas kata-kata kasarnya pada Min-wu. Dia tidak bermaksud seperti itu. Dia meminta Min-wu untuk mengerti. Kae-hwa juga berterima kasih sebab Min-wu mau memikirkan kehidupan dan masa depan Kae-hwa dengan serius. Min-wu terlihat termenung mendengar perkataan Kae-hwa. Sebelum mengatakan kalimat berikutnya, Kae-hwa diam sejenak. Kemudian dia berkata pada Min-wu: “Jadi aku berpikir untuk menjadi lebih berani sekarang. Berkat kau, aku pikir aku akan melakukannya sekarang!”





Kae-hwa menambahkan jika selama ini dia hanya berpikir untuk mendukung Min-ji. “Tapi jika segalanya bertambah buruk, tak apa bila bersandar pada orang lain.” Min-wu tersenyum lalu melangkah maju untuk memeluk Kae-hwa dengan lembut. Min-wu berterima kasih atas jawaban itu. Kae-hwa juga berterima kasih sebab Min-wu sudah membuatnya berani lagi.





Min-wu kemudian berterima kasih karena Kae-hwa sudah menjaga dirinya dan Ye-eun selama ini. Dia berjanji kalau mulai sekarang dia akan menjaganya dan mereka pun berciuman. Seperti saat pertama kali mereka berciuman. Tapi sekarang ciuman itu lebih punya arti.....^_^







The end.

Sabtu, 18 Desember 2010

Oh, My Lady Episode 15


Orang-orang ikut berpencar dan memeriksa semua bagian toko untuk mencari Ye-eun. Kae-hwa dilanda rasa bersalah dan menyalahkan dirinya atas hilangnya Ye-eun. Min-wu melihat Kae-hwa kehilangan kesabarannya. Kae-hwa berkata kalau dia seharusnya tidak membiarkan Ye-eun pergi sendiri. Dia khawatir jika gadis itu tidak akan ditemukan. Min-wu menarik Kae-hwa dan memeluknya. Kemudian Min-wu berkata kalau Ye-eun pasti akan ditemukan. Shi-jun dan Yu-ra menyaksikan pemandangan ini. Mereka berdua terlihat kaget.





Ye-eun akhirnya ketemu. Min-wu melihat putrinya sedang berdiri di samping sebuah karton besar berbentuk Min-wu sambil memegang tangan karton itu lalu memanggil namanya, “Kemarilah putriku!” Para saksi yang ada disana langsung mengambil kamera mereka dan mulai memotret termasuk Han. Akan tetapi, Min-wu sama sekali tidak memedulikan mereka.




Ye-eun dibawa ke apartemen Min-wu untuk menginap. Min-wu menyelimuti putrinya di atas tempat tidur. Sementara itu, Kae-hwa yang ada di ruang tamu melihat kotak yang dikirim Yeon-hee yang berisi perlengkapan bayi Ye-eun.




Kae-hwa akhirnya pulang dan dia bilang kalau dia akan kembali besok untuk mengambil Ye-eun. Dalam perjalanan keluar dari apartemen, Kae-hwa mengingat kembali betapa baiknya Min-wu di toko tadi. Dia bahkan mau menenangkan Kae-hwa.





Min-wu memasakkan sarapan untuk Ye-eun dan mendandaninya sebelum pergi ke sekolah. Dia bahkan memuji kalau Ye-eun cantik dan hal itu pasti menurun dari gen ayahnya (yap, bener-bener narsis...hehehe...!!!!). Ye-eun hanya menjawab, “Ya,” Dan inilah untuk pertama kalinya Min-wu mendengar anaknya bersuara. Min-wu: “Kau baru saja merespon, kan?”




Min-wu lalu mengantarnya ke sekolah. Setibanya kembali di rumah, dia dihadang oleh para wartawan di lobby. Di dalam apartemen Min-wu, Yun-seok sudah menunggu dengan marah. Dia menelpon untuk membatalkan acara pertemuan Min-wu. Yun-seok begitu marah hingga dia melempar hp-nya ke Min-wu dan mengenai rak buku, membuat sesuatu pecah.


Yun-seok mengatakan kalau dia sudah mengalami kerugian dan harus membayar ganti rugi sebesar 3 milyar won. Min-wu dengan tenang mengatakan agar Yun-seok menggunakan uangnya saja. Yun-seok sama sekali tidak terkesan dengan sikap ini – jadi sekarang Min-wu merelakan uangnya dan rela hidup tanpa apapun? Ini artinya Min-wu harus pindah dari apartemennya yang mewah. Yun-seok berkata kalau Min-wu harus bersiap-siap melakukan itu.





The Show juga dapat masalah. Investor mungkin tidak akan mau menerima Min-wu di acara musikal. Jae-hee membentak Kae-hwa karena menyembunyikan berita sebesar itu. Tapi Jin-ho bersikap lebih adil dengan berkata kalau karena Min-wu lah mereka dapat melaksanakan acara musikal dan mendapat perhatian besar. Mereka berharap Shi-jun akan mengambil langkah tegas.




Kae-hwa dengan ragu bertanya pada Shi-jun, apa benar investor tidak akan mengijinkan Min-wu tampil di acara musikal. Shi-jun harus berbicara pada investor untuk mendapat kejelasan. Jika Shi-jun memaksa mungkin Min-wu bisa tetap tampil. Tapi Shi-jun malah bertanya, “Apa ada alasan aku harus melakukan itu?” Kae-hwa mulai menjelaskan kalau belakangan ini Min-wu sudah bekerja keras. Tapi Shi-jun memotong kalau Kae-hwa yang mendorongnya – Kae-hwa mungkin sudah membawa Min-wu kemari tapi dia tidak punya kewenangan dalam hal casting. Kae-hwa juga harus bisa membedakan urusan pribadi dan pekerjaan.




Min-wu bertemu dengan Shi-jun dan langsung mengatakan masalahnya, “Apa yang terjadi padaku sekarang?” Di masa lalu, proyek Min-wu bakal dibatalkan kalau ada skandal yang muncul. Jadi, dia ingin tahu dimana dia berdiri sekarang. Shi-jun menjawab kalau dia sendiri belum tahu. Dia baru akan memutuskan setelah melihat reaksi produser dan investor. Min-wu menerima berita ini dengan matang dan berterima kasih pada Shi-jun sebab sudah mau meluangkan waktu untuknya.




Shi-jun bertanya pada Min-wu tentang keinginannya. Dia ingin tahu bagaimana Min-wu akan menyelesaikan masalah ini. Shi-jun juga menyerahkan kunci studio sambil berkata kalau malam ini tidak akan ada orang disana jadi Min-wu bisa latihan di tempat itu. Min-wu dibuat bersemangat oleh sikap Shi-jun ini. Itu artinya, Shi-jun tidak akan menyerah.


Min-wu sekarang menjadi berita hangat di internet. Kae-hwa sendiri bisa melihatnya saat online. Banyak yang mengomentari dengan kejam dan menyuruh Min-wu berhenti saja dari dunia hiburan. Lebih banyak pula orang yang berkumpul di depan apartemen Min-wu, jadi dia memutuskan pergi ke tempat Kae-hwa. 




Dia membawa makanan dan masuk ke dalam ruangan yang kosong. Di dalam sana, Min-wu melihat gambar Ye-eun. Salah satunya adalah saat mereka pergi ke kebun binatang.




Kae-hwa dan anak-anak sampai di rumah dimana Min-ji menemukan makanan di meja. Kae-hwa tahu kalau Min-wu datang kesini tadi. Dia kemudian pergi ke tempat Min-wu dan berusaha menghindari kerumunan orang. Kae-hwa bertanya pada penjaga apakah Min-wu sudah datang dan penjaga itu menjawab kalau Min-wu belum datang.


Min-wu akhirnya menelpon malam itu. Dari informasinya, Kae-hwa memutuskan untuk pergi ke studio saja. Kae-hwa tersenyum melihat Min-wu yang sedang latihan. Mereka kemudian duduk dan mulai mengobrol. Min-wu mengatakan kalau dia mendapat kiriman dari Yeon-hee. Dia meminta Min-wu untuk tidak mencarinya lagi. Min-wu menjelaskan kalau Yeon-hee adalah salah satu wanita yang dikencaninya dan dia sama sekali tidak punya kenangan khusus dengan wanita itu.




Selama mereka berhubungan, Min-wu berpikir jika dia mencintai Yeon-hee. Tapi, setelah mereka berpisah, dia hanya menjadi kenangan. “Aku tidak tahu waktu Ye-eun dilahirkan. Kenyataan kalau Ye-eun lahir dari hubungan tidak jelas membuatku merasa sangat bersalah padanya. Aku benar-benar merasa bersalah sebab dia memiliki ayah dan ibu yang tidak bertanggung jawab!”


Kae-hwa mengatakan kalau dia yakin bila Min-wu mampu melakukan yang terbaik. Min-wu tidak yakin dan dia ketakutan. Apa bisa pria seperti dia membesarkan Ye-eun dengan baik? Apalagi sekarang dia sudah kehilangan uangnya. “Bisakah aku menjadi ayah yang baik? Aku tidak tahu.” Min-wu sedih dan Kae-hwa mulai menyemangatinya, “Kau bisa melakukannya. Min-wu yang aku lihat sampai sekarang mampu melakukan yang terbaik.” Kae-hwa meminta Min-wu untuk tidak takut dan tidak menyerah.





Shi-jun bertemu dengan Jung-ah di sebuah hotel.




Itu adalah tempat favorit Jung-ah. Mereka duduk bersama. Shi-jun bertanya-tanya kapan pertama kali mereka mulai bermasalah. Jung-ah heran dan bilang kalau Shi-jun berkata seperti itu karena dia merasa terganggu mencarinya dan menambahkan kalau sebaiknya Shi-jun berbicara terbuka saja.




Shi-jun berkata jika dulu dia sama sekali tidak ingin membicarakan tentang kehilangan bayi mereka. Sebagai seorang pria, dia merasa gagal melindungi istrinya jadi lebih baik dia tidak membicarakannya. Sementara itu, Jung-ah menganggap bila kehilangan bayi mereka itu adalah salahnya.


Shi-jun menyebutkan nama seorang aktor baru kepada pegawainya. Dia mengumumkan kalau mereka akan menggunakan aktor ini dalam acara musikal mereka. Dia telah berusaha keras untuk mendapatkan aktor ini sebab dia adalah salah satu yang berbakat di dunianya. Jin-ho dan Jae-hee tidak terkejut tapi Kae-hwa benar-benar merasa sedih untuk Min-wu.




Shi-jun memperhatikan reaksi Kae-hwa. Dia mengaku jika dia setuju dengan keputusan itu demi kepentingan perusahaan. Hanya saja, Kae-hwa berharap Shi-jun bisa memakai Min-wu saja, yang memang punya potensi. Belakangan ini, dia sudah berusaha keras untuk peran tersebut. Bahkan, pandangan matanya kini sudah berubah, penuh dengan harapan.




Shi-jun memperhatikan jika jawaban Kae-hwa mencerminkan kedekatan mereka, dia mengenal Min-wu cukup dekat hingga bisa membaca pandangan matanya. Kae-hwa menjawab, “Aku mempercayai Min-wu!” Dia tidak memaksa Shi-jun untuk mengubah pikirannya. Shi-jun adalah yang menentukan segala keputusan. Kae-hwa hanya mencoba mengemukakan pendapatnya.


Yun-seok menunjukkan sebuah artikel yang memberitakan kalau Min-wu telah diganti. Dia berkata, “Aku sudah mengatakan padamu.” Lalu menyerahkan sebuah skrip drama pada Min-wu. Bukan peran utama tapi setidaknya hal itu bakal membantu. Min-wu berkata, “Aku tidak bekerja denganmu lagi!” Yun-seok bilang apakah Min-wu bisa mengatur segalanya tanpa dirinya. Min-wu hanya bilang, “Tidak. Aku tidak bisa! Tapi aku ingin mencoba berusaha sendiri!”
Yun-seok sangat terganggu mendengar ucapan ini. Dia berkata kalau segalanya bisa bertambah buruk. Apa yang dia pikirkan? Tapi Min-wu tidak goyah – bahkan dia terlihat sangat tenang. Dia setuju pada pendapat Yun-seok, “Tapi, jika aku terus hidup seperti ini, aku rasa aku akan malu nanti. Aku ingin mencoba hidup dengan cara berbeda!”




Min-wu bertemu dengan Shi-jun. Dia ingin membuktikan kalau dia sudah berubah. “Sekarang aku ingin melakukannya. Aku ingin berdiri disana bukan sebagai idola tapi sebagai aktor!” Shi-jun bertanya apakah Min-wu yakin bisa melakukannya. Min-wu berkata dia akan mencoba. Dia juga mengutip perkataan Shi-jun dengan mengatakan kalau dulu ada orang yang pernah memberitahunya kalau orang-orang tidak mencoba sesuatu karena mereka yakin tapi mereka mengembangkan keyakinan itu setelah mereka melakukannya. Min-wu: “Tolong tepati janjimu. Tolong berikan aku kesempatan!”




Yu-ra benar-benar merasa bersalah atas apa yang diperbuatnya. Dia hanya ingin lebih dekat dengan Ye-eun. Min-wu berkata kalau hal itu tidak apa-apa. Mereka sudah menemukan Ye-eun dan itulah hal yang paling penting. Ini tidak cukup untuk menghilangkan rasa bersalah Yu-ra. 




Yu-ra lalu mengingatkan tentang semua pekerjaan Min-wu yang dibatalkan. Semuanya karena Yu-ra. Min-wu menjawab, Yu-ra tidak perlu merasa bersalah – dia yang salah karena menyembunyikan keberadaan Ye-eun. Dia juga minta maaf karena sudah berbohong. Yu-ra berkata, “Kau pasti sangat menyayangi Ye-eun. Aku pikir kau merasa anak-anak itu menyebalkan tapi kelihatannya kau telah berubah. Kau terlihat telah mampu bersikap dewasa sekarang!”




Sekarang, Yu-ra harus menjamin jika Min-wu tidak membencinya. Dia bertanya apakah hubungan Min-wu dengan Kae-hwa? Apa Min-wu hanya merasa kasihan padanya? Tidak ada apa-apa, kan? Min-wu menjawab, “Tidak.” Yu-ra bertanya lagi, pertanyaan mana yang Min-wu jawab. Min-wu, “Aku tidak merasa tidak ada apa-apa!”




Ada berita baru lagi. Sebuah wawancara dengan ibu Ye-eun muncul di internet. Berita itu menyatakan kalau ibu Ye-eun merasa menjadi korban dari Min-wu. Kae-hwa sama sekali tidak memercayainya. Berita itu pasti bohong. Tapi, Jae-hee merasa kalau hal itu tidak apa-apa. 


Setelah tahu siapa reporter yang menyebar isu itu, Kae-hwa mulai beraksi. Dia mendatangi beberapa wartawan yang tinggal di lobby apartemen Min-wu sambil membawa dua ember. Dia langsung mencari Han. Dan saat dia melihat Han, Kae-hwa mendekatinya dan menyiramnya dengan air.





Kae-hwa menuduh Han telah menyebar berita bohong. Kemudian dia beralih ke kerumunan dan mengatakan kalau Min-wu dan ibu Ye-eun tidak seperti yang di gambarkan oleh umum. Min-wu bekerja keras untuk membesarkan anaknya. Kalau sampai Ye-eun menerima akibat dari berita yang beredar selama ini, siapa yang akan bertanggung jawab terhadap gadis itu.




Para wartawan terlihat malu. Mereka terkesan pada apa yang dilakukan Kae-hwa. Mereka pun mulai mengarahkan kamera ke Kae-hwa dan mulai mencari informasi. 




Kae-hwa tahu hal ini berbahaya dan lari. Dia bertemu dengan Min-wu yang sedang memarkir mobil. Kae-hwa masuk dan menyuruh Min-wu untuk kabur secepatnya.


Kae-hwa meminta Min-wu untuk tidak merasa down pada apa yang terjadi. Dia meminta Min-wu untuk beristirahat dan memulihkan tenaganya agar bisa bekerja lebih baik lagi.




Min-wu sebenarnya sudah bisa menangani apa yang terjadi karena itu di terlihat biasa-biasa saja. Min-wu sambil tersenyum senang karna perhatian Kae-hwa berkata kalau dia tidak akan membiarkan para wartawan itu mengacaukan hidupnya.




Sekarang Kae-hwa khawatir kalau apa yang dia lakukan tadi dihadapan wartawan bakal membuat gossip bertambah buruk. Dia juga bilang kalau wartawan menulis hal buruk tentang Ye-eun maka mereka akan merasakan akibatnya. Kae-hwa mengatakan kalau Min-wu pasti sulit pulang malam ini, tapi Min-wu hanya berkata, “Kalau begitu, sekarang aku ada dalam tanggung jawabmu!”




Melihat Min-wu memanjakan Ye-eun, Min-ji berkata, “Kelihatannya kau ayah yang baik.” Dia kemudian mengajak Min-wu bermain. 




Mereka terlihat sangat senang dan Kae-hwa yang menyaksikan semua ini juga jadi senang.





Yu-ra minum. Dia mencoba untuk mencari tahu apa rahasia Kae-hwa. Tae-gu juga tidak mengerti kenapa Min-wu bisa jatuh cinta pada Kae-hwa padahal ada Yu-ra yang lebih cantik. Lebih pintar dan lebih muda. Kemudian dia mengambil kesimpulan Min-wu pasti sudah gila karena memilih Kae-hwa.




Sementara itu, Min-wu terus berlatih untuk perannya di acara musikal. Di sisi lain, perusahaan terus mempersiapkan acara musikal itu. Sampai tibalah waktunya konferensi pers. Kae-hwa sedang mempersiapkan meja untuk acara konferensi pers. Dia memandang sedih kursi aktor baru. Kursi itu seharusnya untuk Min-wu. Kemudian, Min-wu menunggu keputusan akhir Shi-jun. 




Para pemain acara musikal itu diperkenalkan dan setelah aktor utama memberi hormat, Jin-ho mulai lanjut ke acara selanjutnya. Dia terkejut dan memandang Shi-jun penuh tanya. Ada catatan tambahan di kertasnya dan disana tertulis: Sung Min-wu.




Semua orang terkejut. Min-wu keluar dari belakang panggung dan duduk di kursi terakhir. Shi-jun menjelaskan kalau akan ada peran ganda. Shi-jun menangani masalah peran ini dengan sangat baik hingga acara musikal itu mendapat banyak perhatian. 





Kae-hwa sangat gembira, karena Min-wu mendapatkan kesempatan untuk membuktikan dirinya dan Shi-jun yang sudah memberikannya kesempatan untuk mencoba.




Dan acara musikal pun dibuka. Pertunjukkan itu berjalan baik dan saat giliran Min-wu, dia membawakan perannya dengan baik yang dimulai dengan sebuah monolog, “Hyeong, aku ingin menjadi lebih keren darimu. Lebih pintar, lebih baik, dan lebih mengesankan darimu!” Dan Min-wu pun mulai menyanyi solo, membawakan lagu berjudul ‘Aren’t I a fool?’(klo mo download lagunya, ne link-nya : http://www.mediafire.com/?mnzmmuzgwjd#1)




I’m so foolish
I didn’t see you in pain
Why did I see you so late
I held you and saw you every day,
but my spirit has grown tired
If I come closer, we get more hurt

I cry without a sound
I laugh without a care
From behind you, I swallow the words
“Don’t go, don’t go”

You’re so beautiful
I loved you so much
Saying I’ve forgotten
is all a lie

Please don’t go, don’t go
Come back, come back






Lagu itu memberi kesan luar biasa. Setelah acara berakhir, Min-wu membungkuk dan Kae-hwa maju ke depan untuk memberikannya sebuah buket bunga. Min-wu menarik Kae-hwa lebih dekat dan memeluknya. Para penonton menyukai hal ini dan mereka berteriak lebih keras lagi. Kae-hwa merasa sangat malu dan kabur dari sana.




Min-wu menemukan Kae-hwa dibelakang pangung setelah panggung kosong. Kae-hwa memandang panggung dengan rasa puas. Dia akhirnya bisa sampai ke titik ini setelah mengalami banyak masalah. Dia puas karena acaranya sangat sukses. Kae-hwa berkata pada Min-wu kalau dia tampil sangat baik hari ini dan bertanya-tanya apa yang akan dikatakan Koran besok.


Min-wu berkata, “Tidak masalah apa yang akan dikatakan orang lain.” Dia yakin, dia bisa bekerja lebih baik lagi. Kae-hwa percaya padanya. Kemudian Min-wu kembali bertanya, “Apa kau benar-benar mempercayaiku?” Kae-hwa dengan cepat berkata ya. Kae Hwa tidak memperhatikan ekspresi wajah Min-wu saat dia berbalik dan menatapnya dan bilang, “Kae-hwa, apa kau mau pindah ke tempatku?”





Kae-hwa tidak menanggapi dengan serius karena dia berpikir kalau Min-wu memintanya untuk jadi pembantu lagi. Tapi, kemudian Min-wu menambahkan, “Tolong jadilah Ibu Ye-eun. Ibu yang sesungguhnya!”