Rabu, 05 Januari 2011

My Girlfriend is Gumiho Episode 5





Tae-wung pikir Mi-ho pergi mencari makanan. Mungkin Mi-ho mengorek-ngorek sedang tong sampah. Tapi Tae-wung mulai curiga apalagi setelah melihat daging sapi yang tidak disentuh sama sekali.

Secara perlahan-lahan, ingatan Tae-wung tentang peristiwa tadi malam saat ia mabuk mulai muncul. Tapi, dia tidak ingat bagian ketika dia menyuruh Mi-ho untuk pergi. Ketika Tae-wung menjatuhkan sebuah tas berat di kakinya, dia bertanya-tanya kenapa rasanya sakit sekali bila dia memiliki perlindungan manik-manik? Apa ini artinya manik-manik itu sudah pergi? Apa itu artinya Mi-ho juga pergi?

Tae-wung berlari keluar untuk mencari Mi-ho tapi tidak menemukan jejak gadis itu. Tae-wung kembali ke dalam dengan lemas, terlihat kecewa, terlihat seperti dia dia akan menangis karena air mata bahagia. Tae-wung bergembira, “Gumiho itu akhirnya meninggalkanku!” Dia bersenang-senang atas kebebasan barunya.


Dengan buru-buru, Tae-wung mengemasi barang-barangnya – dia tidak ingin kehilangan keberuntungannya, siapa tahu Mi-ho memutuskan untuk kembali. Saat beres-beres, dia menemukan kupon ayam Mi-ho. Secara tidak terduga, Tae-wung tersentuh melihat hal itu, kemudian dia menghentikan dirinya dari sikap gila itu dan pergi. Tae-wung tidak melihat kalau Mi-ho memperhatikan kepergiannya. Mi-ho berkata, “Tae-wung terlihat cemas. Apakah dia tidak senang atas kepergianku?”


Tiba-tiba saja, hujan turun meski langit cerah dan hal ini menghentikan langkah Tae-wung serta membuatnya memikirkan Mi-ho… kecuali kalau ini hanya pria yang sedang mencuci mobil. Mi-ho masih memperhatikan Tae-wung, Mi-ho berkata, “Wung, selamat tinggal.” Untuk beberapa saat, lebih banyak air muncrat ke Tae-wung. Dia berbalik untuk memaki si pencuci mobil – tapi tidak ada orang disana.


Tae-wung tak bisa menghilangkan perasaan tidak nyaman ini, meskipun dia sudah bersikap seolah-olah dia sangat bahagia. Contohnya saja, dia memberitahu kakek karena Mi-ho pergi dengan keinginannya sendiri, dia tidak melakukan hal salah. Kakek kecewa mendengar berita itu sebab dia menghargai Mi-ho karena sudah mengubah Tae-wung menjadi pria dewasa.



Tae-wung mencoba untuk bersantai di kamarnya tapi dia terganggu oleh perasaan tidak enak ini yang benar-benar tak dapat dimengerti. Dia menggambarkan perasaan itu sebagai ‘kosong dan tidak nyaman.’ Tapi Tae-wung masih menyangkal kalau dia merindukan Mi-ho. Dia bingung dengan perasannya sendiri.



Hye-in sangat gembira karena Tae-wung datang saat dia menelpon. Dia menasehati Tae-wung untuk tidak terlibat dengan Mi-ho meski dia kembali. Hye-in senang mendengar jawaban Tae-wung yang mengatakan kalau dia tidak tahu kemana Mi-ho dan bagaimana menghubunginya.



Akan tetapi, senyum di wajah Hye-in hilang waktu dia mendengar Tae-wung berkata kalau Mi-ho kejam karena pergi diam-diam. Hye-in bertanya apa Tae-wung sedih karena Mi-ho pergi. Tae-wung bersikeras kalau dia cemas tapi kadang2 dia tidak yakin.



Mi-ho telah menemukan caranya untuk pergi ke kampus dimana dia bersembunyi dari pandangan manusia dan mengosongkan mesin makanan. Sekarang dia sudah memiliki lagi manik-manik serigalanya yang artinya kekuatan Mi-ho juga kembali. Ini juga berarti Mi-ho bisa berlari super kencang dan melayang-layang di udara yang pada dasarnya menakuti mahasiswa yang lewat di lorong.


Contohnya saja, seorang siswa (Giliran UEE jadi cameo sekarang) sedang melukis di studio dan tidak memerhatikan sosok Mi-ho yang melayang di udara. Sebuah patung di pukul hingga jatuh yang menyebabkan cat merah bececeran di lantai dan membuat mahasiswa itu sesak nafas karena saking takutnya. Tujuan dari gangguan ini jelas ketika mahasiswa itu menikmati makan siangnya yang berupa burger dan mendapati potongan daging burgernya hilang.


Di luar, Mi-ho dengan gembira menguyah makanan hasil curian itu. Tapi ketika dia melihat sebuah sosok hebat mendekat – Dong-ju – Mi-ho kabur. Dong-ju berhasil menangkap Mi-ho dan sebuah tusukan berhasil membuat Mi-ho tidak sadar. Tidak hanya itu, tusukan itu juga membuat manik2 serigala keluar dari tubuh Mi-ho dan Dong-ju langsung mengambilnya.


Tidak sadar dengan apa yang terjadi, Tae-wung pergi minum bersama teman-temannya untuk merayakan peran yang dia dapatkan. Tapi kegembiraan itu hilang dari wajah Tae-wung saat Byung-su bertanya apakah Mi-ho tahu berita bagus ini. Mereka meminta Tae-wung untuk mengundangnya juga jadi Tae-wung menjawab dengan putus asa, “Sekalipun aku ingin, aku tidak bisa!”



Malam itu, Tae-wung mampir ke sekolah laga untuk mencari Mi-ho. Dia membawa beberapa bir dan berharap Mi-ho mungkin kembali. Dia mencoba meyakinkan dirinya kalau dia senang Mi-ho tidak disini lalu duduk sendiri di luar untuk minum bir sambil bertanya-tanya apa yang membuat Mi-ho pergi. Tae-wung mulai menyanyi. Dia mengarang liriknya sendiri, “Mi-ho yang misterius, Mi-ho, Mi-ho… Temanku Mi-ho. Gumiho yang manis – gumiho yang menyeramkan. Hoi-hoi. Gumiho itu adalah temanku… hoi-hoi… Mi-ho adalah temanku yang menyeramkan.

Dong-ju telah membawa Mi-ho ke apartemennya dimana dia menunjukkan dua botol kecil pada Mi-ho: yang satunya adalah manik-manik Mi-ho dan yang lainnya adalah darah Dong-ju. Berlawanan dengan keyakinan Mi-ho, Dong-ju ternyata tidak ingin membunuhnya. Dong-ju hanya ingin mengambil manik-manik Mi-ho untuk disimpan agar mencegah Mi-ho membuat masalah. Dong-ju menjelaskan kalau Mi-ho sudah meneror para siswa dan mencuri makanan mereka. Dong-ju berkata, “Tidakkan kau merasa malu?”



Dong-ju menebak kalau Tae-wung menolak permintaan Mi-ho untuk membantunya menjadi manusia. Mi-ho mengakui kalau dia bahkan tidak mendapatkan kesempatan untuk mengungkapkan hal itu. Mi-ho: “Tae-wung berkata kalau aku adalah temannya tapi dia pasti sangat membenciku karena menjadi gumiho. Dia memintaku untuk menghilang.”




Dong-ju bertanya apakah Mi-ho sudah menyerah untuk menjadi manusia. Mi-ho belum memutuskan. Dong-ju memberikan dua pilihan: manik-manik serigala versus darahnya. Atau bisa dilihat dari cara lain: botol biru atau merah. Minum dari botol merah berarti memilih jalan manusia sebab darah Dong-ju punya kekuatan untuk membunuh sisi gumiho-nya Mi-ho. Jika Mi-ho mengambil botol biru maka Mi-ho meminta kembali manik-maniknya dan harus kembali ke kuil. Dong-ju memberikan waktu pada Mi-ho untuk berpikir. Dia bahkan mengijinkan Mi-ho tinggal di apartemennya untuk sementara waktu.



Tae-wung menandatangani kontrak filmnya dan membuat Tae-wung dilirik oleh agen pencari bakat. Tae-wung sedang gembira dan dia sudah kembali ke gaya hidupnya yang lama yaitu berfoya-foya. Dia tidak akan mendapatkan banyak uang dari film ini tapi dia menyebut gajinya sebagai ‘uang belanja’ dan yakin kakek akan membelikannya mobil baru.



Sebuah kejadian -hampir tabrakan- membuat Tae-wung harus kembali ke RS dengan luka ringan. Tapi dokter memberitahu Tae-wung kalau dia baru-baru ini mendapat luka berat. Meski Tae-wung sudah sembuh tapi dokter menyarankan Tae-wung untuk berhati-hati karena tulangnya yang lemah.



Tae-wung senang karena disetujui untuk main dalam film – tapi ini film laga. Jika Tae-wung cedera selama pembuatan film, maka mungkin dia tidak akan bisa berjalan lagi. Tae-wung ingin protes tapi itu adalah ramalan yang sangat mengerikan. Tidak sudi mundur dari film itu, Tae-wung bergumam kalau manik2 Mi-ho membuatnya tetap sehat dan sekarang dia sadar, “Aku ingin Mi-ho bersamaku.”


Dong-ju menonton sepakbola di tv dan mengatakan kalau permainan itu menjelaskan semua sifat manusia. Jadi Mi-ho bergabung untuk ikut ‘belajar’ bersamanya. Dong-ju berkata kalau sudah waktunya Piala Dunia, seluruh dunia melihat bola ditendang kesana kemari. Hal ini membuat Mi-ho tertawa sendiri dan berkata, “Wow, pasti mengerikan bila meledakkan bola itu.” Karena melihat ekspresi Dong-ju, Mi-ho menambahkan, “Aku tidak akan melakukannya.”



Acara tv berubah ke tayangan drama dan Mi-ho dibingungkan oleh jalan ceritanya, “Kenapa wanita tua itu tetap berteriak pada wanita muda itu?” Dong-ju menjelaskan, “Itu adalah seorang ibu dan menantunya. Hal seperti itulah yang mereka lakukan.” Ketika pasangan kekasih mulai bermesraan di layar, Dong-ju melihat ke Mi-ho (menunggu dia menanyakan hal itu). Mi-ho tersenyum dan berkata, “Aku tahu itu apa. Mereka sedang berpasangan.” Dong-ju batuk2 tidak nyaman dan mengganti channel tv-nya.

Program berikutnya-sebuah berita dari peternakan sapi- mengingatkan Mi-ho kalau dia lapar dan dia mulai memandangi Dong-ju seakan berkata kalau dia ingin makan. Mi-ho merengek dengan sedih, “Aku ingin makan daging.” Sayangnya, Dong-ju kebal pada usaha Mi-ho untuk mempermainkannya. Mi-ho keluar untuk makan daging sapi dan membungkus sepuluh porsi. Dia tidak punya uang untuk membayar belanjaannya tapi dia berkata pada pemilik resto, “Karena aku makan seperti manusia jadi aku akan membayarnya seperti manusia.” Itu artinya, Mi-ho harus mencuci piring…




Mi-ho begitu cepat dan teliti hingga pemilik resto terkesan dan menawarinya pekerjaannya. Tapi Mi-ho menolaknya, sebab dia tidak siap menjalin hubungan atau masuk ke dalam sebuah persatuan. Sebagai gumiho, dia mungkin bisa hidup di dunia ini tapi tidak boleh berhubungan dengannya.


Setelah mendapatkan daging, waktunya mencari jus buah2an. Mi-ho berhadapan dengan mesin penjual makanan dan berkata, “Aku bisa saja menendangmu dan membuatmu mengeluarkan air berbuih itu tapi aku akan menyelesaikan ini seperti manusia.” Yang itu artinya Mi-ho harus mengangkat mesin itu dengan kekuatan supernya untuk mendapatkan koin yang ada di bagian bawah mesin itu.




Hasilnya? Mi-ho dilihat oleh dua gadis kecil yang memandang dengan kagum. Mi-ho memutuskan kalau dia harus menyelesaikan ini seperti manusia dan menyerahkan salah satu koinnya pada mereka. Dia cukup mengerti kalau menjadi manusia = membayar orang! Mi-ho bangga pada dirinya karena sudah mempraktekkan sikap manusia dengan sukses. Tapi ketika dia menatap botol yang berwarna merah, dia berkata kalau menjadi manusia yang sebenarnya akan lebih baik. Mi-ho memandangi keluarga dan pasangan yang ada di taman dan memutuskan kalau dia juga akan punya seseorang yang bersamanya, “Pasti akan menyenangkan kalau orang itu adalah Tae-wung.”




Tae-wung kembali ke loteng sekolah laga untuk mencari tanda keberadaan Mi-ho tapi yang bisa dia temukan hanyalah kupon ayam itu. Dengan kecewa, dia mendesah, “Gu Mi-ho, bagaimana bisa kau pergi seperti ini? Setelah aku memanggilmu temanku…” Kata itu – teman – memicu ingatan Tae-wung dan sekarang dia ingat permintaannya saat mabuk. 




Dengan kaget, Tae-wung menyadari kalau Mi-ho pergi karena dia yang memintanya.


Mengambil saran dari pelajaran film yang ditontonnya, Min-suk bergaya beda dengan berpakaian serba hitam untuk mengundang Du-hong makan siang. 




Langkahnya yang kikuk malah membuatnya terjatuh dan mendarat disebuah patung, tepat dibagian pantat patung itu. Lipstik warna pink pun berbekas di pantat patung itu. Dengan buru-buru, Bibi Min-suk berusaha menghapus tanda itu dan tepat pada saat itu, Du-hong muncul. Bibi Min-suk berkata kalau dia bukan orang aneh yang berkeliaran menciumi pantat patung. Du-hong melihat betapa malu Bibi Min-suk dan menawarkan untuk menyelesaikan masalah itu. Dia memindahkan plester dari lengannya dan menggunakannya untuk menutupi bekas lipstik Bibi Min-suk.


Hal itu Bibi Min-sook berani untuk melakukan aksinya (mengajak makan siang) dan ketika dia menangkap kesan Du-hong bukan orang yang rapi, Bibi Min-suk bilang dia menyukai hal yang tak rapi. Bibi Min-suk bukan Audrey Hepburn tapi dia itu tipe Angelina Jolie. Bibi Min-suk mengumpulkan keberanian dan mengundang Du-hong untuk makan siang. Du-hong bersikeras dan masih percaya kalau Min-sook sudah menikah. Dengan mengambil contoh Angeline Jolie yang punya Brad Pitt, dan Du-hong bilang dia tak ingin menjalin cinta dengan wanita yang sudah berpasangan, dia pergi.



Tae-wung bertemu Du-hong di kantornya dan bertanya tentang jadwal syuting. Tae-wung mencoba mencari tahu apakah ia bisa melanjutkan syutingnya karna ia pikir ia tak perlu istirahat. Melihat reaksi seram sang sutaradara, Tae-wung menarik pertanyaannya dan malah di suruh datang besok ke sekolah laga untuk ‘sesi latihan menghancurkan tulang.’




Du-hong juga meminta Tae-wung untuk menggosok lipstik dari patung dan menambahkan kalau Bibi Tae-wung pasti malu jadi sebaiknya Tae-wung merahasiakan ini dari pamannya. Tae-wung bingung mendengar kata-kata Du-hong dan kemudian berkata kalau dia tidak punya paman; Bibi Min-suk belum menikah. Hal ini membuat Du-hong terhenyak. Dia merasa terpukul dan kecewa karna dia tlah mengacaukan segalanya hanya karna kesalahpahaman.


Sedangkan, Bibi Min-suk megendarai mobilnya sambil menangis karna dia merasa sakit hati sudah ditolak oleh Du-hong.



Tae-wung masih mencoba untuk menemukan Mi-ho dan menelpon kuil untuk menanyakan apakah serigala yang hilang dari lukisan itu sudah muncul. Tae-wung juga ingat kalau Mi-ho pernah meninggalkan pesan voicemail untuknya dan menelpon nomer itu. Telpon itu dijawab oleh wanita pemilik restoran ayam itu, yang pernah diajak berkelahi oleh Mi-ho untuk memperebutkan sebuah kupon.


Mi-ho menemukan kupon kesepuluh dan membawanya kembali ke loteng sekolah laga, menambahkannya ke penyimpanan Tae-wung. Mi-ho menebak kalau Tae-wung tidak akan kembali lagi kesini. Dia berkata, “Aku benar-benar merindukan Tae-wung.” Mi-ho jadi berpikir sendiri: “Aku bisa melihat sangat jauh dan mendengar sangat jelas, tapi karena aku tidak bisa melihat atau mendengarmu, kau pasti sangat jauh. Aku sudah hidup sangat lama hingga tidak tahu bagaimana waktu mengalir tapi setelah aku mengenalmu hatiku mulai menghargai waktu. Saat aku bersamamu, aku akan berpikir, ‘hanya sebentar saja’, padahal waktu berjalan sangat cepat. Tapi tanpamu, waktu berjalan begitu lambat karena aku berpikir, ‘aku merindukanmu.’ Kau tahu itu, Tae-wung? Rasanya hatiku seperti telah disihir olehmu dan aku merasa kesepian tanpamu”


Ketika Mi-ho memikirkan ini, Tae-wung sedang berlari kembali ke loteng sekolah laga soalnya dia sudah bicara dengan wanita di resto ayam itu. Saat Tae-wung sudah hampir sampai di sana, tentu saja dengan mudah Mi-ho bisa menangkap bau Tae-wung dan langsung kegirangan. Mi-ho berteriak, “Tae-wung datang padaku!



Mereka terlihat bahagia ketika bertemu lagi. Tae-wung bisa saja mengarang alasan tapi kali ini dia benar-benar bahagia. Mi-ho bertanya penuh harap, “Apa kau mencariku?” Mi-ho senang mendengar Tae-wung menjawab iya. Pertama-tama Tae-wung mengatakan kalau dia sangat sedih waktu Mi-ho pergi tapi Mi-ho justru mengatakan kalau Tae-wung sangat bahagia waktu dia pergi. Tae-wung mengakuinya. Dia memang gembira pada awalnya tapi hanya untuk sementara. Tae-wung mengatakan kalau dia merasa ada sesuatu yang hilang setelah Mi-ho pergi.

Sebenarnya jelas sekali kalau Tae-wung berbohong. Dia hanya ingin memanfaatkan Mi-ho demi mendapatkan manik-manik itu. Di sisi lain, Mi-ho juga memanfaatkan Tae-wung agar bisa menjadi manusia. Manik-manik itu berada di tempat Dong-ju jadi Mi-ho harus kembali untuk mengambilnya. Selagi Mi-ho pergi, Tae-wung juga pulang ke rumahnya untuk mengemasi barang-barangnya sebab dia akan pindah lagi ke loteng sekolah laga (lagi).

Ada rasa aneh dalam wajah Dong-ju, Sang Pemburu Gumiho, ketika dia memasakkan daging untuk Mi-ho. Dong-ju vegetarian dan dia berkata pada diri sendiri kalau rasanya sudah lama sekali dia menunggu seseorang. Tapi senyum Dong-ju hilang waktu Mi-ho datang dan mengatakan kalau Tae-wung sudah kembali.

Kakek ketakutan mendapati Tae-wung pindah sebab ini untuk pertama kalinya dia pindah dengan keinginan untuk bekerja keras dan bukan untuk kabur dari masalah. Kakek meminta Min-suk untuk mengantar Tae-wung ke sekolah laga. Tapi Bibi Min-suk sedang mengobati harga dirinya yang terluka dan menolak. 


Tae-wung ingat kalau dia ada janji makan malam dengan Hye-in. Sebelum bertemu, Tae-wung pergi untuk membeli sepasang cincin sebab dia ingin sekali memperjelas suasana dan menyatakan keinginannya dengan Hye-in. 


Saat membeli cincin itu, dia melihat bantal  besar berbentuk paha ayam 'cocok sekali untuk Mi-ho'. Dan karna dia sedang good-mood, Tae-wung pun membeli bantal itu untuk Mi-ho. (co cweet...). 





Hye-in mendengar dari Sun-nyeo tentang masalah kesehatan Tae-wung dan menelpon dengan gelisah. Tae-wung menjamin kalau semuanya akan beres dan mencari cincin yang baru dibelinya untuk menyatakan cintanya. Akan tetapi, Hye-in terlalu terbawa emosi dan menangis kalau dia yang merekomendasikan Tae-wung pada agennya. Jika Tae-wung tak bisa tampil dalam film itu, maka dia akan dianggap bodoh. Hye-in masih artis baru dan tidak boleh membuat orang lain berpikir kalau dia berbohong demi kepentingan pacarnya. (dasar rubah...sebenere siapa seh gumiho nya?? hehehe).








Tae-wung merasa bersalah. Dia mengatakan kalau dia akan menjamin Hye-in tidak dianggap berbohong demi kepentingannya atau dia dianggap sebagai pacarnya. Tae-wung meletakkan kembali cincinnya. Dia pulang ke rumah dengan mendesah, “Aku tidak bermaksud berbohong pada 'nuna'. Orang yang bermaksud aku bohongi adalah Mi-ho.”



Di rumah Dong-ju, Mi-ho telah membuat keputusan. Dia akan memilih botol berwarna merah: menjadi manusia. Dong-ju bertanya apa yang akan Mi-ho lakukan bila Tae-wung kabur bersama wanita lain dalam 100 dia harus menjaga manik-manik serigala Mi-ho. Untuk pertanyaan ini, Mi-ho menjawab kalau dia percaya pada Tae-wung. Dong-ju mengatakan kalau wanita yang mirip Mi-ho juga menjawab seperti itu. Dong-ju: “Wanita itu ingin menjadi manusia dan mencintai seorang pria, tapi pada akhirnya dia dikhianati oleh pria itu dan menghilang tanpa jejak. Bisakah kau mati seperti itu, juga? Bisakah kau menahan kematian?”



Mi-ho mengangguk. Dong-ju menerima keputusan Mi-ho tapi memberikannya sebuah nasehat: jangan beritahu Tae-wung kalau dia sedang mencoba untuk menjadi manusia. Mi-ho harus menanamkan sedikit ketakutan dalam diri Tae-wung untuk mencegahnya kabur. Jadi ini dia instruksinya: ketika Mi-ho meminum darah Dong-ju, dia akan mulai mati secara perlahan. Tenaga gumiho Mi-ho akan menghilang secara perlahan sedangkan manik-manik Mi-ho akan hidup di tubuh manusia selama 100 hari dan menyerap energinya. Saat Mi-ho menagih kembali manik-maniknya, Mi-ho akan menjadi manusia.



Tae-wung menunggu Mi-ho sambil memeluk bantal paha ayam yang baru dibelinya. Dia menemukan Mi-ho di luar sedang menatapi manik-maniknya. Mi-ho mengatakan kalau dia ingin agar Tae-wung menjaga manik-maniknya lagi. Tae-wung segera setuju tapi Mi-ho memperingatkannya bahwa selagi Tae-wung memiliki manik-manik Mi-ho maka dia tidak boleh pergi jauh. Tae-wung tidak bisa membagi energinya dengan wanita lain dan dia harus tinggal bersama Mi-ho selama 100 hari. Tae-wung juga tidak boleh berhenti di tengah jalan.


Tae-wung merasa agak sedikit ngeri: 100 hari itu sangat lama! Mi-ho bahkan bukan pacarnya – itu bakal terlihat aneh. Solusinya terlihat mudah bagi Mi-ho: “Kalau begitu, aku akan menjadi pacarmu!” Ada sesuatu yang aneh saat Mi-ho mengatakan, “Tae-wung biarkan aku menjadi pacarmu…”



Tae-wung menolak dan masuk kembali ke dalam. Dia ketakutan pada pikiran menjadi pacar seorang gumiho. Reaksi Tae-wung memberitahu Mi-ho kalau dia belum siap. Mi-ho juga sadar kalau Tae-wung tidak akan melakukannya. Mi-ho berkata pada Tae-wung, “Aku akan pergi. Aku akan kembali ke tempat seharusnya aku berada. Jika aku pergi kali ini, aku tidak akan mampu keluar ke dunia lagi. Aku tidak akan datang padamu lagi.”



Batin Tae-wung mulai berkecamuk lagi. Tae-wung merasakan rasa kehilangan itu lagi – itu artinya dia tidak akan bisa melihat Mi-ho lagi? Dan Mi-ho akan pergi sekarang? Tae-wung berkata kalau Mi-ho menyalahartikan satu hal – dia berbohong pada Mi-ho. Alasan kenapa dia mencari Mi-ho adalah karena manik-manik Mi-ho bukan karena Mi-ho, “Masih bisakah kau memberikanku manik2mu?”

Mi-ho mengangguk, tapi dengan cara yang aneh dan itu tetap membuat Tae-wung tidak nyaman. Tae-wung berujar, “Tidakkah kau merasa sedih?” Mi-ho menjawab kalau meskipun akan lebih manis bila Tae-wung memerlukannya, manik-manik Mi-ho masih satu bagian dengannya. Plus, jika Tae-wung begitu memerlukan manik-manik Mi-ho, Tae-wung tidak akan meninggalkannya selagi memiliki manik-manik itu.

Dengan setengah enggan, Tae-wung menjawab kalau itu hanya 100 hari dan setuju untuk melakukannya. Mi-ho bertanya dengan girang, “Kalau begitu, sekarang aku pacarmu?” Tae-wung masih merasa buruk tentang semua ini dan berkata dengan tidak puas kalau semua ini salah. Tae-wung kembali ke dalam rumah dan membuat Mi-ho berpikir kalau Tae-wung membatalkan semuanya. Tapi Tae-wung tidak membatalkannya dan kembali sambil membawa cincinnya.



Tae-wung berkata pada Mi-ho, “Karena aku manusia, maka aku akan melakukannya dengan cara manusia. Gu Mi-ho, tolong jadilah pacarku.” Setelah itu, Tae-wung menyelipkan cincin itu ke jari Mi-ho. Tentu saja Mi-ho menerimanya dengan girang.

Saking gembiranya, ekor Mi-ho menyembul keluar! 




Sementara itu, Dong-ju bergumam, “Kematian paling menyakitkan bagi manusia bukanlah kematiannya sendiri tapi kematian orang yang dicintai.”


Ketika Tae-wung dan Mi-ho minum dari botol yang mereka pilih masing-masing, Dong-ju mengungkapkan satu hal lagi yang Mi-ho tidak ketahui: yaitu setelah 100 hari berakhir, ketika manusia menyerahkan manik-manik pada gumiho, kematian yang harus dihadapi oleh gumiho yang telah menjadi manusia bukanlah kematiannya sendiri tapi… kematian Tae-wung!





Tidak ada komentar:

Posting Komentar